Perbedaan saham dan reksa dana—Dalam dunia keuangan, utamanya kaitannya dengan perusahaan, kita akan familiar dengan sebutan saham dan reksa dana. Banyak pihak yang menggunakan dua kata tersebut secara bergantian dan disamakan. Meski sama, namun ada sedikit perbedaan antara keduanya. Adapun perbedaan reksadana dan saham yang mencolok adalah:

  1. Dari segi dana

Dari segi dana yang diinvestasikan oleh pemegang saham, dana tersebut akan dikelola sendiri oleh pemiliknya. Ini dikarenakan pemegang saham melakukan pengelolaan secara personal. Lain halnya dengan reksa dana yang dikelola di bawah naungan manajerial khusus, dalam satu wadah khusus yang menampung beberapa dana dari pihak investor sekaligus.  

  1. Dari segi risiko

Dari segi keuntungan yang di dapat antara pemilik saham dan reksadana tentu saja berbeda. Pemilik saham mendapatkan keuntungan lebih besar  jika perusahaan yang bersangkutan maju dan berkembang. Namun sebaliknya, pemilik dana reksadana yang tersusun dari beberapa orang sekaligus mendapatkan keuntungan yang dibagi rata sesuai dengan banyaknya pihak pereksa dana. Ini berarti dari segi keuntungan pun tidak semaksimal saat menjadi pemegang saham. 

Sebanding dengan keuntungan yang di dapat, dari segi risiko yang di alami pemegang saham pun terbilang cukup besar. Jika perusahaan mengalami kerugian maka akan berdampak pada pemegang sahamnya. Akan tetapi pada reksadana, kerugian yang dialami bisa dikata lebih kecil karena di tanggung oleh banyak pihak sekaligus. Ini perbedaan reksadana dan saham yang cukup mendasar.

  1. Dari segi investasi minimal

Dari segi investasi minimal yang di tanam, kisaran nominal untuk pembukaan rekening adalah sebesar 5 juta atau bahkan sampai puluhan juta rupiah. Sedangkan bagi Anda yang melakukan reksa dana, dana awal yang ditanam sangat terjangkau, yaitu mulai dari kisaran nominal untuk pembukaan 100k saja. Tentu saja, reksa dana lebih mudah dan lebih ekonomis untuk dilakukan apalagi untuk kategori pelajar dan mahasiswa. 

  1. Dari segi return

Lalu, bagaimana dengan proses return-nya? bagi Anda yang saat ini berada di posisi pemegang saham dan bukan reksa dana, memang dari segi risiko yang ditawarkan cukup tinggi. Namun, jika diamati dari segi return-nya, return yang di dapat jauh lebih menguntungkan bagi pemegang saham dengan catatan yang bersangkutan lihai dalam hal berinvestasi.

Selain pertimbangan tersebut, saat Anda mencoba untuk mengelola saham itu sendiri, maka Anda tidak membutuhkan biaya tambahan untuk membayar agen atau tim pengelola dana. Lain halnya dengan reksa dana yang perlu untuk mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk mengelola keuangannya. 

Sebelum memutuskan, apakah Anda akan memilih berinvestasi via saham, atau dengan cara reksa dana, ada baiknya jika terlebih dahulu Anda pertimbangkan baik-baik kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh keduanya. Karena perbedaan reksadana dan saham inilah yang menyebabkan Anda harus bijak dalam memilihnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *