Jual Silent Blender: Cara Merawat Quiet Blender Agar Lebih Tahan Lama

Ilustrasi blender

Blender adalah salah satu peralatan dapur yang paling sering digunakan. Baik untuk menghaluskan buah, sayur, maupun bumbu dapur. Karena penggunaannya yang terlalu sering, lama kelamaan blender akan mengalami penurunan performa atau bahkan mengalami kerusakan. Beberapa kasus yang terjadi adalah blender mati total dan tidak dapat digunakan lagi.

Pada dasarnya blender biasa maupun quiet blender membutuhkan perawatan agar kinerjanya tetap bagus. Tak hanya memperlancar pekerjaan, blender yang terawat juga lebih tahan lama. Nah, sebelum membeli blender di tempat jual silent blender, ketahui cara perawatannya terlebih dahulu, yuk simak panduan berikut!

Cara Perawatan Quiet Blender

Merawat quiet blender tidak sebatas bagaimana cara membersihkannya saja. Tapi juga cara penggunaannya. 

  • Takar bahan makanan dengan pas

Blender konvensional maupun quiet blender memiliki tabung kaca dengan volume yang bervariatif. Dari ukuran kecil yang bisa dibawa ke mana saja, ukuran sedang, hingga ukuran besar. Untuk keperluan rumahan, silent blender dengan volume besar sering kali dijadikan pilihan. 

Meskipun blender mempunyai volume besar, tapi bukan berarti bahan makanan dapat dimasukkan secara asal-asalan. Supaya blender tidak mudah rusak, sebaiknya takarlah bahan makanan dengan sesuai agar mesin blender tidak terlalu panas.

  • Jangan melebihi batas waktu maksimal

Selain memperhatikan takaran bahan makanan, mengoperasikan blender tidak melebihi batas waktu maksimal adalah cara paling tepat untuk menjaga performanya. Blender konvensional maupun quiet blender sama-sama menggunakan motor yang digerakkan tenaga listrik, tak terkecuali silent blender portable. Jika penggunaan melebihi batas waktu maksimal, mesin blender bisa lebih cepat panas dan rusak.

Batas waktu maksimal blender berbeda-beda tergantung mereknya. Untuk mengetahui lebih detail, periksalah pada buku petunjuk penggunaan quiet blender. 

  • Bersihkan secara menyeluruh 

Cara selanjutnya adalah dengan membersihkannya secara teratur. Sebagus apapun merek yang dibeli di tempat jual silent blender, perabotan yang satu ini tetap harus dibersihkan secara menyeluruh. Terlebih lagi setelah digunakan. Quit blender yang tidak segera dibersihkan setelah digunakan bisa meninggalkan bau tidak sedap. 

Untuk membersihkan tabung kaca pada blender, cucilah dengan sabun cuci piring lalu bilas menggunakan air mengalir. Sedangkan pada bagian mesin bisa di lap menggunakan kain bersih.

  • Jauhkan dari jangkauan anak-anak

Cara terakhir untuk merawat blender agar lebih awet adalah menjauhkannya dari jangkauan anak-anak. Tujuannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seperti blender yang jatuh saat digunakan anak-anak untuk bermain, atau pengoperasian yang keliru. 

Itulah cara merawat quiet blender agar lebih awet. Cara ini juga bisa diterapkan pada blender konvensional. Supaya mendapatkan produk yang sesuai kebutuhan dan berkualitas, pastikan memilih tempat jual silent blender terpercaya. Pastikan pula bahwa quiet blender yang dibeli memiliki garansi.

Waspada terhadap Skincare Pemutih tanpa BPOM

Registrasi Skincare BPOM

Orang Indonesia cenderung memiliki kulit sawo matang. Ada beberapa orang yang berkeinginan untuk memiliki kulit lebih putih. Hal inilah yang membuat maraknya muncul krim pemutih dengan berbagai merk.

Sayangnya tidak semua krim pemutih yang beredar memiliki registrasi skincare BPOM. Persaingan dagang membuat produsen menjual krim dengan harga murah tanpa memastikan keamanan krim yang mereka buat.

Bahaya Skincare Tanpa BPOM 

Jika suatu produk skincare tidak memiliki ijin registrasi skincare BPOM berarti ada kandungan produk yang memang bisa membahayakan pemakainya. Yang pertama adalah kandungan merkuri. Merkuri adalah logam berat yang berasal dari alam yang dapat menjadi racun bagi kesehatan dan lingkungan jika pemakaian tidak sesuai dengan takarannya.

Merkuri bisa ditemukan dalam kosmetik seperti dalam sabun dan krim pemutih. Namun BPOM melarang peredaran skincare maupun kosmetik yang mengandung merkuri karena berbahaya bagi kesehatan.

Merkuri yang memiliki efek bleaching akan membuat wajah putih dalam sesaat. Tetapi jika digunakan secara terus-menerus bisa menimbulkan berbagai penyakit berbahaya seperti liver, rusaknya ginjal, hingga kanker kulit. 

Jika sudah terlanjur menggunakan produk berbahan merkuri maka harus dilakukan perawatan khusus dengan ahlinya. Karena saat berhenti memakai skincare berbahan merkuri wajah akan menjadi kusam, muncul jerawat, wajah memerah, timbul flek hitam, hingga kerusakan pada wajah.

Bahan kedua yang dilarang adalah hidroquinon yang sering digunakan sebagai bahan pembuat toner. Hidroquinon sebenarnya bisa digunakan untuk menghilangkan flek hitam. Namun harus dengan resep dan pengawasan dari dokter. 

Penggunaan hidroquinon juga tidak boleh secara berkelanjutan. Efek yang ditimbulkan saat menggunakan skincare yang mengandung hidroquinon tidak jauh beda dengan penggunaan skincare berbahan merkuri

Krim pemutih tanpa registrasi skincare BPOM memberikan efek bagus di awal saja. Pada awal pemakaian kulit akan menjadi putih pucat. Dengan pemakaian secara berkelanjutan akan merusak sel-sel kulit secara perlahan. Jika berhenti menggunakan produk berbahaya akan membuat kulit terlihat keabu-abuan.

Mungkin sebagian orang tidak sadar dengan bahan berbahaya yang terkandung pada skincare. Bisa jadi reaksi kulit pada pemakaian skincare dianggap penyesuain kulit terhadap krim baru. Namun ada beberapa tanda yang terjadi pada kulit jika ada kandungan berbahaya pada skincare yang dipakai.

  1. Timbulnya ruam kemerahan pada wajah.
  2. Warna kulit yang berubah secara cepat dan berbeda dengan warna dasar kulit.
  3. Terbentuknya jaringan parut.
  4. Wajah terasa perih dan gatal.
  5. Kulit menjadi kering hingga mudah terkelupas.
  6. Kulit menjadi rentan terhadap infeksi bakteri dan jamur.

Cara Membeli Genset Caterpillar agar Pas dengan Kebutuhan

ilustrasi listrik

Genset adalah salah satu alat yang sangat penting apalagi jika Anda memiliki usaha yang besar salah satunya adalah genset caterpillar. Genset yang satu ini bisa menjadi andalan di luar listrik dari PLN yang tidak pasti selalu menyala. Untuk membelinya, Anda harus mempersiapkan semuanya yaitu:

Catat Kebutuhan Listrik Anda

Yang harus Anda persiapkan pertama adalah kebutuhan listrik. Catat dengan teliti seberapa kebutuhan listrik dengan berbagai peralatan yang Anda gunakan. Jika sudah maka Anda bisa menentukan akan membeli genset caterpillar dengan daya seberapa. Sebab tidak semua genset jenis ini memiliki daya yang sama sehingga harus dipersiapkan sebelum membeli.

Cari Informasi Mengenai Spesifikasi, Model, dan Harga Secara Lengkap

Setelah itu, cari informasi mengenai spesifikasi, model, dan juga harga secara lengkap. Anda bisa mencarinya di internet baik di e-commerce maupun di beberapa website yang menjual jenis genset ini. Dengan ini maka Anda memiliki bayangan akan harga dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Jika sudah mendapatkan informasi secara lengkap maka Anda bisa menentukan anggaran.

Buat Target Minimal dan Maksimal Pengeluaran Anggaran

Tidak hanya kebutuhan listrik saja. Anda juga harus mengetahui bagaimana kondisi keuangan sehingga dapat anggaran minimal dan maksimal yang harus dikeluarkan sehingga nantinya Anda bisa memilih yang sesuai dengan anggaran Anda. Jangan sampai target tersebut dilanggar sebab dapat berpengaruh terhadap keuangan yang lainnya dan membuat urusan semakin runyam.

Cari Pemasok yang Terpercaya

Jika pada hasil mencari informasi ternyata Anda mendapatkan pemasok yang tepat maka Anda tidak perlu melakukan langkah yang satu ini. Jika belum, maka Anda harus memastikan perusahaannya terpercaya. Cek portofolio dan juga track record mereka mengenai penjualan genset tersebut, jangan sampai Anda tertipu.

Penutup

Itulah beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebelum membeli genset caterpillar untuk kebutuhan Anda. Perhitungkan betul-betul karena barang yang satu ini bukan lah barang yang murah sehingga harus teliti dan hati-hati. Jika perlu gunakan jasa ahli agar tidak sembarangan.